












Menyuarakan aspirasi Mahasiswa Untirta
TUNTUTAN MAHASISWA
Bahwa dalam rangka memberikan sebuah konsepsi perubahan yang nyata di kampus Universitas sultan Ageng Tirtayasa dalam kontek kegiatan akademis penalaran keilmuan. Dimana dewasa ini komersialisasi pendidikan telah tumbuh menjamur dan berkembang pesat, dan yag lebih memprihatinkan lagi metode yang digunakan tidak hanya bersifat legal tetapi ilegalpun dipraktekkan guna merealisasikan maksud dan tujuan para stekholder (Pimpinan Rektoriat dan Dekanat serta Senat UNTIRTA) yang berjiwa buruk (bad will) senantiasa pragmatis, sehingga kebijakan yang dikeluarkan cendrung merugikan mahasiswa secara khusus dan implikasi yang paling substansisal adalah membuat rusak citra kampus UNTIRTA yang nota bene sudah menjadi Perguruan Tinggi Negeri, yang seharusnya menjadi panutan bagi instansi akademis yang lain di Banten.dengan kenegriannya tersebut.
Persoalan wisuda di UNTIRTA dari tahun ketahun senantiasa mengalami persoalan yang sama (kelasik) pungutan liar dan pungutan liar, pihak Rektoriat dan Dekanat senantiasa mempergunakan momentum tersebut untuk mengeluarkan kebijakan yang tidak populis, cendrung lebih mencari keuntungan yang sebesar ketimbang memfokuskan para wisudawan agar hikmat dalam mengikuti kegiatan wisuda tersebut. tetapi Wisuda di UNTIRTA sekarang sudah menjadi kegiatan yang simbolik acak kadut dalam konsepnya sehingga pada tatanan pelaksanaan wisuda terkesan seperti taman kanak-kanak. Oleh karenannya kami elemen mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa UNTIRTA menuntut kepada pihak rektorat agar:
Apabila tuntutan tersebut tidak direalisasikan, maka Keluarga Besar Mahasiswa UNTIRTA akan memperoses hukum dan memprapradikan pihak-pihak Rektoriat yang erat kaitannya dengan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib dengan tuntutan “Penipuan (Perbuatan Curang)” melanggar Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara dan UU No. 20 tahun 2001 Tentang Tidak Pidana Korupsi serta aturan-aturan hukum yang lain.
Bahtiar Rifai, SH.BekasiOnline-Serang,
Rencana pemerintah menaikan harga BBM kembali mengalami penolakan. Setelah Kabupaten Serang, kini DPRD Banten juga menyampaikan penolakannya melalui pernyataan Wakil Ketua DPRD Banten, H.Sadeli Karim. Menurutnya, kenaikan harga BBM jelas akan membebani masyarakat. "Apalagi di Banten, BBM tidak naik pun sudah banyak yang makan nasi aking," sindir politisi asal PKS itu.
Oleh karenanya, jelas Sadeli, bersamaan dengan aksi Mahasiswa Rabu (14/05), di dalam gedung DPRD Banten yang sedang menggelar Rapat Panmus, sepakat menolak kenaikan harga BBM.
"Pada saat akan menemui mahasiswa, saya sempat mempertanyakan terlebih dahulu kepada para anggota Panmus untuk menyikapi rencana kenaikan harga BBM, dan anggota Panmus sepakat untuk menolaknya," ungkap Sadeli Karim.
Namun berdasarkan keterangan dari sumber lain, dari 5 poin kesimpulan Panmus, tidak ada satupun poin yang secara eksplisit menolak rencana kenaikan BBM.
Ketika ditanyakan kembali, Sadeli berkelit dengan menyatakan bahwa penolakan rencana kenaikan BBM diambil setelah rapat Panmus ditutup, sehingga tidak tercatat dalam laporan hasil Panmus.
"Kami mengetahui akan ada Aksi Demo menolak rencana kenaikan harga BBM itu setelah rapat Panmus ditutup, meskipun tidak tertulis dalam Laporan, tetap dapat dipertanggung jawabkan, saksinya seluruh anggota Panmus, yang masih lengkap, belum meninggalkan rapat (saat itu – red )," Jelasnya.
Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untirta (Universitas Tirtayasa), KAMMI Komisariat Untirta dan KUMALA (Keluarga Mahasiswa Lebak) kemarin mendatangi Gedung DPRD Banten. Mereka menolak rencana pemerintah pusat yang akan menaikan harga BBM.
Rombongan mahasiswa yang dipimpin langsung Presiden Mahasiswa Untirta, Suroyo datang dengan mengunakan dua bus dan ratusan kendaraan roda dua.
Mereka langsung menggelar orasi Penolakannya terhadap kenaikan harga BBM dan meminta Ketua DPRD Banten, H.Adi Surya Dharma menemui mereka, namun karena yang bersangkutan sudah meninggalkan gedung DPRD, akhirnya mereka diterima Wakil Ketua DPRD Banten, Sadeli karim.
Dalam Orasinya Mahasiswa juga meminta DPRD Banten untuk bersama-sama masyarakat Banten menolak kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM।
“ Ketika Junior memimpin Senior “
JUNIOR memimpin Senior? Tentunya peristiwa ini bukan yang pertama kali, junior memimpin senior telah terjadi pada perang mu’tah setelah Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah gugur. Ketika itu pasukan kaum muslimin di pimpin oleh Khalid bin Walid, tokoh terkenal dengan julukan “ Pedang Alloh “. Ia masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada Safar 8 Hijriah, sedangkan perang mu’tah terjadi pada Jumadil Awal 8 Hijriah. Dengan begitu ia belum genap tiga bulan masuk Islam dan langsung ditugaskan dimedan perang.
Kala itu Khalid bersama Amir bin Ash’ telah membuktikan kemampuannya dalam Sejarah peperangan di dunia Islam, Khalid berhasil menyelamatkan pasukan kaum Muslimin dari ancaman pembataian pasukan Romawi, sedangkan Amir bin Ash’ benar-benar telah menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dan berhasil mencapai seluruh tujuan yang telah digariskan oleh Rasululloh, bahkan ia berhasil menundukkan negeri Qudha’ah.
Tidak terlalu penting Membicarakan hasil kemenangan tersebut, yang patut direnungi adalah Kemampuan Rasululloh Muhammad bin Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam dalam mengangkat pemimpin-pemimpin dimasanya. Beliau mampu Mencetak kader tangguh yang mampu memimpin perang yang tentunya terdapat para shahabat “ Senior “ didalamnya. Makkah yang disamakan sebagai Quantum Tarbiyah (Lompatan Pendidikan) dalam kurun tiga bulan telah ditaklukkan.
Hal ini menjelaskan, dibolehkannya mengangkat pemimpin “ Junior “ atas orang-orang yang jauh lebih “ Senior “, jika memang pemimpin “ Junior “ yang diangkat tersebut memiliki kelebihan sifat-sifat tertentu yang terkait dengan kepemimpinannya (Kitab Fathul
Jika hal ini bisa dipahami oleh kaum Muslimin, bongkahan emas yang selama ini terpendam bisa di angkat keatas dan menerangi jagad raya.
Rasululloh Muhammad bin Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam berpesan “ Manusia itu bagaikan tambang yang terbaik diantara mereka di zaman jahiliyah, terbaik juga ketika masuk Islam jika mereka memahami Agama. (HR. Bukhari dan Muslim). Sudah saatnya sekarang sang junior memimpin senior selagi dia mampu dalam bekerja, maka dukunglah junior kita untuk memimpin dan jangan lupa kita sebagai senior relakanlah mereka menjadi pemimpin dan do’akanlah agar mereka dapat memimpin dengan baik. Mari bersama kita bangkit untuk menjadi leader (PEMIMPIN) di UNTIRTA baik di MPM, DPM, BEM, HMJ, dll bila anda Mampu untuk memimpin, jangan jadikan krisis kepemimpinan yang larut lama di Negeri UNTIRTA tercinta kian larut kita terlena, Mari bersama kita bangkit demi menuju UNTIRTA Mampu, jangan jadi Mahasiswa Jonggos yang tidak mau berorganisasi di Intern dan Ekstern Kampus, Hidup Mahasiswa, Hidup Untirta, Hidup Indonesia, Sekian. Wallahu’ Ta’ala A’lam Bish Showab. Baarokkallaahu ‘Fikk illa Aqwami Ath-Thariq. Nuun Walqolami Wamaa’ Yasthuruun. Akhir tulisan ini kami akhiri dengan membaca Alhamdulillah.
Maraji’ (Catetan Kaki): Kitab Al-Umm’, Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahulloh, Kitab Ad-Dhiyaul Laami’ Minal Kitabil Jawaami, Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rahimahulloh, dll
Di buat Oleh: Muhammad Faishal (Kang Faishal) (Ketua Fraksi FKIP MPM&DPM UNTIRTA & Wakil MPM. UNTIRTA, dari Fraksi FKIP MPM ) NIM. 040788, Ttl:
e-mail&friendster: faishal_ssc@plasa.com
Aktivitas: Penulis lepas di berbagai Majalah Islam, Sekjen KPSI, Kota Bekasi,
Penasehat IPM, MA. Muhammadiyah, Bekasi, Pemateri Kajian Sakura Radio Fajri 91,4 FM, Bogor dan Radio Dakta 107 FM, Kota Bekasi, Team Survey Pustekkom Diknas, dll.
Pendidikan: Tk. Flamboyan, Bekasi Timur, SD. Bekasi Timur 2 sekarang SD. Bekasi Jaya 5, MTS. Al-Masthuriyah, Tipar-Cisaat, Sukabumi, SMAN 1, Kota Bekasi, FKIP-PLS Untirta, Serang-Banten